Hari Rabu, tanggal 26 Maret yang lalu, ada yang berbeda dari kuliah Knowledge Management yang saya ambil. Di mana letak bedanya ??? Perbedaannya itu terletak pada tempat kita kuliah. Kalau biasanya kita kuliah di salah satu ruang kuliah bersama milik Fakultas Teknik Universitas Indonesia, yaitu K.210, kali ini kita kuliah di salah satu laboratorium milik Departemen Teknik Industri FTUI, yaitu laboratorium Permodelan Sistem (alias lab. Permod). Perbedaan lainnya terletak pada proses pembelajarannya. Kalo biasanya kita hanya ngedengerin penjelasan dosen (walopun lebih banyak yang memilih untuk berimajinasi sendiri daripada dengerin..=P), kali ini tuh kita yang lebih aktif. Yah, walopun teteup ada dosen yang ngejelasin.
Setiap orang dari kita dikasih satu buah komputer (dikasih dalam arti kata dipinjemin yah..=P). Trus kita disuruh melakukan proses transfer knowledge satu sama lain tanpa komunikasi suara (verbal). Kita hanya diperbolehkan komunikasi via internet alias chatting. Dalam hal ini, kita dibagi dalam 3 kelompok, di mana setiap kelompok diminta untuk membuat satu buah proposal sesuai dengan tema yang sudah ditentukan untuk masing-masing kelompok. Nah, biasanya kan kalo di kepanitiaan, proposal ini kita buat bareng-bareng dengan diskusi langsung. Tapi, di sini, proses penuangan ide dilakukan via chatting. Jadi, sama sekali tidak ada komunikasi verbal dalam kuliah ini. Kecuali ada pertanyaan yang diajukan untuk dosen ya..=)
Nah, Anda pasti bertanya-tanya, emang bisa ya bikin proposal melalui chatting ?? Gimana caranya ?? Uhm, pernah denger yang namanya Google Apps ga?? Google Apps inilah yang digunakan dalam proses pembuatan proposal tadi.
Apa sih Google Apps ??
Google Apps merupakan seperangkat fasilitas yang diberikan Google (penyedia layanan search engine nomor satu di dunia) yang menggunakan bahasa pemrograman AJAX dan digunakan untuk hosting beberapa produk, terutama untuk hosting e-mail. Hosting e-mail artinya kita menaruh lalu lintas data e-mail di server tersebut. Jadi, space atau hardisk dan bandwidth menjadi tanggung jawab perusahaan server yang menyediakan hosting e-mail. Namun, berbeda dengan perusahaan hosting lainnya yang masih membanderol harga “kapitalis” hingga Rp 1,5 juta per tahun hanya untuk kapasitas hosting e-mail sebesar 100MB, Google Apps justru menawarkan layanan hosting e-mail yang relatif murah bahkan gratis.
Secara umum, Google Apps punya tiga jenis layanan, yaitu Standard Edition, Premier Edition, dan Education Edition. Standard dan Education diberikan secara gratis dengan kapasitas per account e-mail hingga 6,5 GB, sedangkan Premier dibanderol dengan harga 50 dollar AS per account e-mail per tahun dengan kapasitas hingga 25 GB.
Fitur e-mail Google Apps tidak berbeda dengan fitur e-mail yang dimiliki oleh Gmail. Google Apps menyediakan fasilitas pencarian data di e-mail kita dan juga bisa digunakan untuk chatting secara instan ke sesame pengguna Gmail dan Google Apps.
Selain menyediakan fasilitas hosting e-mail, Google Apps juga menyediakan layanan gratis lainnya seperti Google Calendar untuk mengelola jadwal event/meeting, Google Docs untuk mengelola dokumen, Spreadsheet yang berfungsi sama dengan Microsoft Excel, Presentasi yang punya fungsi sama dengan Microsoft Powerpoint, dan The Start Page, yaitu tampilan website sederhana yang mampu menghubungkan fitur-fitur lainnya dari Google. Contoh halaman website yang disediakan Google Apps bisa dilihat di http://sites.google.com/a/altostrat.com/jkraus/Home.
Tertarik untuk segera menggunakan Google Apps ?? Eits, tahan dulu. Ada baiknya Anda menyimak beberapa tips hosting Google Apps di bawah ini sebelum Anda menggunakannya.
<!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Sebelumnya, Anda harus punya domain (alamat web) milik sendiri dan juga hosting untuk website Anda. Ada baiknya jika Anda menggunakan hosting yang memiliki control panel mudah seperti CPanel.
<!–[if !supportLists]–>2. <!–[endif]–>Daftar terlebih dahulu di www.google.com/a/, pilih yang Standard Edition atau dan Education Edition. Atau pilih Premier Edition jika ingin hosting dalam skala besar.
<!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Anda akan diminta untuk verifikasi kepemilikan. Untuk itu, gunakan metode upload file yang di dalamnya berisi kode tertentu yang diberikan.
<!–[if !supportLists]–>4. <!–[endif]–>Anda akan diminta untuk mengubah record MX dari control panel hosting Anda yang berguna untuk mengarahkan lalu lintas data e-mail ke Google Apps. Tanyakan ke admin server jika Anda tidak mengetahui letak MX ini.
<!–[if !supportLists]–>5. <!–[endif]–>Dari control panel pengelolaan domain di Google Apps, arahkan alamat akses e-mail dengan alamat web sendiri, misalnya http://mail.jakarta.com. Setelah itu, minta kepada admin server untuk mengubah DNS Zone ke alamat tersebut.
<!–[if !supportLists]–>6. <!–[endif]–>Jika semuanya sudah selesai di-setting, maka tinggal menunggu waktu propagasi atau penyebaran Domain Name System (DNS) yang diperkirakan selesai dalam 24 jam. Terkadang kita justru bisa langsung mengaksesnya. Namun, hal ini bergantung pada kondisi internet pada saat itu.
Nah, udah ga sabar kan pengen nyoba Google Apps ?? Ya udah, silakan aja klik link berikut : http://www.google.com/a/?hl=id, dan nikmati layanan gratis dari Google Apps seppuuuuaaaasssnya..(dah kayak iklan aja..=P) SELAMAT MENCOBA!!!!