Internet sepertinya bukan lagi merupakan hal yang baru bagi masyarakat dunia dewasa ini. Hal ini disebabkan karena internet mampu memenuhi kebutuhan kita akan informasi, berita, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Tidak hanya orang dewasa, anak kecil pun sudah banyak yang familiar dengan internet. Dengan adanya internet, ruang dan waktu tidak lagi menjadi batasan dalam berkomunikasi dengan berbagai orang di seluruh belahan dunia. Sebagai konsumen dari teknologi web, kita tentunya menginginkan tampilan web yang mengasyikkan, mudah dipakai, dan mudah dimanfaatkan.
Pada dasarnya, web merupakan kumpulan dari sejumlah hyperlink yang memungkinkan kita untuk menuju dari alamat situs yang satu ke lainnya dengan bahasa HTML (HyperText Markup Language ). Namun, dalam pengaplikasiannya, HTML tidak mungkin bisa berdiri sendiri dalam membuat suatu desain web yang benar-benar bagus. Oleh sebab itu, HTML selalu disertai dengan CSS (Cascading Style Sheet) yang berfungsi untuk mempercantik desain, Javascript yang berfungsi untuk membuat tampilan yang dinamis, dan juga XML (eXtensible Markup Language) yang berfungsi untuk mendefinisikan format data. Penggabungan antara Javascript dan XML menghasilkan satu bahasa pemrograman yang baru yaitu AJAX (Asynchronous Javascript and XML).
AJAX menekankan pada pengelolaan content dalam sebuah web. Kode Javascript mengambil data dari sebuah server dan menampilkannya pada bagian halaman web tanpa harus mengambil ulang seluruh data tampilan halaman web tersebut. Data yang diambil umumnya berbentuk XML. AJAX terdiri dari :
- Strukturisasi sebuah web sesuai dengan standar yang menggunakan XHTML dan CSS .
- HTML (HyperText Markup Language) yang digunakan dalam membuat halaman web dan dokumen-dokumen lain yang dapat ditampilkan dalam browser.
- Tampilan yang dinamis dan interaktif menggunakan DOM (Document Object Model).
- Pertukaran dan manipulasi data dengan menggunakan XML dan XSLT
- Pembaharuan data secara asinkronisasi menggunakan XMLHttpRequest
- serta JavaScript untuk menyatukan semuanya.
Untuk dapat mengaplikasikan AJAX, yang dibutuhkan adalah browser yang menyediakan layanan Javascript serta komponen XMLHTTP bagi pengguna Internet Explorer (IE) dan XMLHttpRequest untuk Firefox, Safary, Opera, dan sebagainya. Syarat ini sudah pasti terpenuhi mengingat sebagian besar pengguna internet menggunakan IE dan Firefox.
Ide awal tentang konsep AJAX ini dikemukakan oleh Rasmus Lerdorf dalam sebuah mailing list (milis). Berawal dari milis inilah, konsep AJAX mulai dikenal dan dipergunakan oleh orang banyak. Berikut adalah isi milis yang dikirimkan oleh Rasmus Lerdorf :
|
List: php-general Subject: [PHP] Rasmus’ 30 second AJAX Tutorial – [was Re: [PHP] AJAX & PHP] From: Rasmus Lerdorf <rasmus () lerdorf ! com> Date: 2005-07-21 22:50:56 Message-ID: 42E026D0.3090601 () lerdorf ! com
I find a lot of this AJAX stuff a bit of a hype. Lots of people have been using similar things long before it became “AJAX”. And it really isn’t as complicated as a lot of people make it out to be. Here is a simple example from one of my apps. First the Javascript:
function createRequestObject() { var ro; var browser = navigator.appName; if(browser == “Microsoft Internet Explorer”){ ro = new ActiveXObject(“Microsoft.XMLHTTP”); }else{ ro = new XMLHttpRequest(); } return ro; }
var http = createRequestObject();
function sndReq(action) { http.open(‘get’, ‘rpc.php?action=’+action); http.onreadystatechange = handleResponse; http.send(null); }
function handleResponse() { if(http.readyState == 4){ var response = http.responseText; var update = new Array();
if(response.indexOf(‘|’ != -1)) { update = response.split(‘|’); document.getElementById(update[0]).innerHTML = update[1]; } } }
This creates a request object along with a send request and handle response function. So to actually use it, you could include this js in your page. Then to make one of these backend requests you would tie it to something. Like an onclick event or a straight href like this:
<a href=”javascript:sndReq(‘foo’)”>[foo]</a>
That means that when someone clicks on that link what actually happens is that a backend request to rpc.php?action=foo will be sent.
In rpc.php you might have something like this:
switch($_REQUEST['action']) { case ‘foo’: / do something / echo “foo|foo done”; break; … }
Now, look at handleResponse. It parses the “foo|foo done” string and splits it on the ‘|’ and uses whatever is before the ‘|’ as the dom element id in your page and the part after as the new innerHTML of that element. That means if you have a div tag like this in your page:
<div id=”foo”> </div> Once you click on that link, that will dynamically be changed to:
<div id=”foo”> foo done </div>
That’s all there is to it. Everything else is just building on top of this. Replacing my simple response “id|text” syntax with a richer XML format and makine the request much more complicated as well. Before you blindly install large “AJAX” libraries, have a go at rolling your own functionality so you know exactly how it works and you only make it as complicated as you need. Often you don’t need much more than what I have shown here.
Expanding this approach a bit to send multiple parameters in the request, for example, would be really simple. Something like:
function sndReqArg(action,arg) { http.open(‘get’, ‘rpc.php?action=’+action+’&arg=’+arg); http.onreadystatechange = handleResponse; http.send(null); }
And your handleResponse can easily be expanded to do much more interesting things than just replacing the contents of a div.
-Rasmus |
Nah, kebayang kan kalo ga ada AJAX dan bahasa pemrograman yang lain ?? Kita mungkin ga bisa tuh ngebaca web yang kita buka. Artinya, kita juga ga bisa ngedapetin ilmu apa-apa dari web tersebut. Jadi, berterima kasihlah pada Rasmus Lerdorf dan teman-temannya..=)
Sumber :
ilmukomputer.com/wp-content/uploads/2007/07/ekoheri-ajax.doc