Kape..Kape..

semester enam sudah berakhir..semester tujuh siap menghadang..

tp sebelum itu,,ada satu hal lagi yg harus diselesaikan..yaitu Kerja Praktek (KP)..

inilah saat dimana kita bisa mempelajari dunia kerja dan mengaplikasikan ilmu yang sudah diterima dengan cara terjun langsung ke dalamnya..^^

n tempat yg terpilih sebagai tempat KP gw adalah PT PERTAMINA (PERSERO), salah satu BUMN yang usahanya bergerak di bidang minyak bumi dan gas alam (alias Migas)..

hari pertama KP (tgl 16juni 2008),,gw bersama 3 orang temen gw (muthe,lia,yosua), yg selanjutnya akan gw sebut sbg kita ato kami,,menghadap Vice President-nya bagian Supply & Distribution (S&D) Pertamina..beliau inilah yang menerima kami di sini..setelah ngobrol2,akhirnya beliau meminta bawahannya,,namanya Mas Taufan untuk mengajak kami berkeliling n mengunjungi Control Room-nya S&D..

sebelumnya,kami diberi tahu bahwa S&D terdiri dari 3 bagian, yaitu Planning&Operation (PO), Support&Evaluation (SE), dan Quality&Quantity (QQ). Tempat pertama yang kami kunjungi adalah bagian SE & QQ. Setelah ngobrol2 n berkenalan dengan orang2 di sana,kami dibawa Mas Taufan ke bagian terakhir yaitu PO. Terakhir barulah kami diajak ke Control Room, ruangannya Mas Taufan..

Satu kata yg terlintas di pikiran gw begitu masuk ke dalamnya adalah CANGGIH!!!

Control Room hanyalah ruangan kecil, tapi bisa memuat seluruh Indonesia..hehe,bingung kan??maksudnya, di Control Room inilah semua kegiatan suplai BBM/BBK/dsb yang ditangani oleh Pertamina dikontrol dan diawasi.Jadi, Pertamina langsung tau klo ada masalah dalam penyaluran BBM atopun klo ada depot yang kehabisan stok alias depot kritis.

Di sinilah Mas Taufan mulai menjelaskan semuanya. Semua kegiatan S&D. Mulai dari hal terkecil sampai hal umum. Gw pribadi sih cuma bisa takjub mendengarnya. Gak pernah kepikiran ma gw sebelumnya klo Pertamina itu kerjaannya ribet banget. Penjelasan selesai jam setengah 5 sore. Sebelum pulang kita diberi tahu untuk masuk besoknya jam 7 pagi.

Oiya,,sistem kape kita adalah rolling.satu orang di tiap bagian. Khusus untuk PO, kebagian 2 orang. Masing-masing orang mendapat jatah satu minggu di setiap bagian. Jadi, sebulan pertama kita mencari ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Bulan berikutnya, baru deh kita fokus di bagian yang kita minati. Udah gw kasih tau belom ya klo kita kape di sini selama dua bulan. Jadi, baru selesai tanggal 15 agustus ntar..lumayan lama sih,,tp ga papa..ambil baiknya aja..

Besoknya (17 Juni 2008), kita mulai di divisi masing-masing. Ternyata PO&SE ditempatin di satu ruangan.kita dikenalin ma Mas Bayu, sekretarisnya AsMan Supply & Demand (klo ga salah..=p), sama manajer PO, Asman2 (ada Pak Agus, Pak Djoko, n Pak Sukses..), plus staf2nya..ada Bu Isna, Mas Syahid, Mas Aldi, Mas Alex, n Pak Dayat. Mas Bayu inilah yang kemudian menjadi mentor kami. Yang ngajarin kami macem-macem n ngasih ‘kerjaan’.

Awalnya sih kita sempet nervous, tapi ternyata orang2 di sini pada baik2 n ramah2 gitu.pokoknya menyenangkan lah! Hingga hari ini (7 Juli 2008), kesan itu masih sama. n itu tidak hanya di bagian PO aja, tp di semua bagian S&D.

Banyak ilmu yang bisa gw peroleh di sini. Di antaranya bagaimana pola pengadaan BBM, flow process impor & forecasting, dsb.

Gw sharing dikit deh di sini. Pola pengadaan BBM yg ada di Pertamina itu dimulai dari rencana penjualan setiap unit pemasaran (Pertamina punya 8 unit pemasaran). Selanjutnya dibuatlah objective throughput ato rencana konsumsi BBM. Pertamina memiliki 3 sumber yang akan memenuhi kebutuhan BBM seluruh Indonesia, yaitu produksi kilang, stock existing, dan impor. Nah, setelah kilang memberikan rencana produksinya, barulah disusun rencana impor untuk menutupi kekurangan suplai dari kilang. Terakhir, barulah BBM ini disalurkan ke depot2, instalasi, terminal transit, untuk selanjutnya dikirim ke konsumen.

Nah, untuk masalah impor kita bahas lagi di sini. Dari penjelasan Pak Subagyono, AsMan Supply Point yang baru gw dapet pagi ini, jd masih fresh, Pertamina tidak mungkin tidak melakukan impor karena produksi dari kilang2 Pertamina tidak dapat mencukupi kebutuhan BBM nasional. Dan untuk BBM impor tsb, Pertamina harus membayar dengan harga yang sesuai dengan harga minyak dunia. Yuk, mulai ngitung2….

Harga minyak mentah di dunia saat ini adalah sekitar $160 per barrel ato sama dengan 1,6 juta rupiah / barrel. Karena 1 barrel = 159 L ato sekitar 160 L, maka harga minyak mentah dunia setara dengan 10.000 rupiah per liter. Ini baru minyak mentah. Harga ini masih ditambah dengan biaya pengolahan sebesar 20%, karena minyak yang kita impor adalah minyak yang sudah jadi (premium, solar,dsb). Jadi, totalnya sama dengan Rp 12.000 per liter. Inilah HARGA BBM yang seharusnya ada di Indonesia. Tapi, kenyataannya, Pertamina hanya menjual BBM dengan harga di bawah harga tersebut yaitu sebesar Rp 6.500 per liter untuk premium. Harga ini memang sudah dinaikkan dari harga semula. Kenaikan harga ini terpaksa dilakukan oleh Pertamina untuk menutupi biaya dan menghindari agar Indonesia tidak mendapat kecaman dari dunia karena menjual minyak dengan harga di bawah standar. Namun, apa yang terjadi?? Pertamina justru mendapat kecaman dari masyarakat terutama oknum2 yang tidak bertanggung jawab. Padahal harga yang ditetapkan oleh Pertamina tersebut masih setengah dari harga seharusnya.Hal ini sangat disesalkan, karena mereka hanya berbicara tanpa melihat realita yang ada. Gw jadi inget kata2 temen gw di milis, lebih kurang begini : “Jika kamu ingin memperbaiki suatu sistem, maka terjunlah ke dalamnya!”

Maksudnya, sebelum mengomentari sesuatu, kita harus berpikir dengan jernih. Pelajari situasinya dengan baik agar tidak terjadi kesalahpahaman. Caranya adalah dengan terlibat langsung di dalamnya ato bertanya pada orang2 yang benar2 ada di sana. Setelah itu, klo memang dianggap masih ada hal yang harus diperbaiki, maka perbaikilah.

Sorry,,gw ga bermaksud membela Pertamina. Gw cuma menceritakan apa yang gw dapat, apa yang gw lihat. Sebelumnya gw emg ga tau apa2 (bahkan cenderung ga perduli) dengan BBM yang naik lah, apa lah. Bukan karena gw ga mau ngurusin masyarakat Indonesia. Cuma gw pikir ga ada gunanya gw mempermasalahkan sesuatu yg tidak gw ketahui dengan pasti sebabnya. Sekarang, gw mulai tau n mulai perduli. Yah, mudah2an dengan kape di sini, gw bisa memberikan masukan kepada Pertamina sekaligus menyuarakan aspirasi orang2 di sekitar gw.

Yup,,itulah sekilas cerita tentang kape gw..masih ada sebulan lagi n masih banyak hal yang dapat dipelajari..SEMANGAT!!!

2 Tanggapan ke “Kape..Kape..”

  1. irwan subiyakto Berkata:

    Adik,

    Aku salut dg kepeduliannya terkait dg mslh minyak/BBM di negeri ini.

    Aku yakin adik sdh benar, nanya ke org2 yg berkompeten, itu langkah yg tepat.

    Namun ada 1 masukan, barangkali bisa jdi bhn pmikiran.

    Bhw sbnrnya permasalahannya tdk sesederhana itu.

    Kenapa bnyak org begitu begitu berbeda2 tanggapan ttg hrg BBM kita; ada yg terperangah, takjub, ada yg apatis, ada lagi yang terbanting, jatuh lalu hilang ingatan (khususnya rakyat semut2 kecil yg mengandalkn hidup dari minyak tanah/solar/other BBM: tukang gorengan, nasi uduk, batagor, somay, nelayan, petani yg butuh solar utk bajak sawah/diesel sedot air etc.)

    Mungkin sesekali adik perlu memposisikan diri sebagai bagian dari semut2 kecil itu (minimal jadi ratunya..he2), dan berfikir dg pola fikir mereka yg begiiitu sederhana: hari ini masih bisa goreng tahu karena minyak masih terbeli, lalu dijual, dan hasilnya bisa buat makan. Hari ini masih bisa melaut, ada solar, dpt ikan, dijual, 1/2 bwt beli solar lagi, 1/2nya bwt beli rokok & ngasih anak istri.

    Aku saat inipun menulis dgn gaya bahasa mereka, seolah merasa apa yang mereka rasa.

    Adik, bukannya negeri ini begitu kaaaayaa dg sumber minyak. Berapa ribu titik pengeboran, berapa banyak company2 asing mengexplorasi isi perut pertiwi & membawa pulang apa yang mereka gali untuk mencukupi energy negeri mereka sendiri? Betapa perut ibu pertiwi terkoyak2 oleh pisau bedah caessar dengan bor2 tajam, justru oleh mereka yang bukan anak2nya sendiri..oohh, sediih..
    Sementara anak2nya sendiri harus mengantri begitu paaanjang..dan laaaama, demi 1 liter, di bawah terik surya dan aroma keringat yang bercampur aduk dengan keluhan, rintihan, dan juga tangisan. Untuk 1 liter, adik; bayangkan??!

    Mungkin kalau kita mau luasin lagi apa yang kita punya tapi tidak miliki akan lebih begitu menyayat lagi. Kita punya emas, timah, tembaga, sulfanida, dan banyak lagi yang ternyata begitu mengundang syahwat orang2 asing untuk datang dan menggali.. Itu yang di dalam perut. Lebih sdrhana lagi di atas perut bumi: kayu2 hutan kita, ikan2 laut kita..

    Benar kan kata om Koes Ploes: Tanah kita ini tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman..(dulu).
    (Tapi kok sekarang tongkat kayu dan batu jadi andalan demonstran ama polisi pada berantem ya..he..he)

    Tapi aku rasa, baru ngomongin minyak/BBM saja sdh gak akan ada habisnya.

    Mungkin ya dik, mungkin lho, orang2 yang adik minta penjelasannya itu ada di level yang masih dalam rel dan sistem yang benar, tapi itulah, di atas langit masih ada langit.. mungkin langit mereka masih bisa ditengok, tapi mereka2 yang langitnya sudah ketinggian, siapa yang sanggup mendongak untuk ngawasin mereka mau ngapain, sekalipun mau nusantara beserta isinya, ada juga malah kram lehernya..ha..ha.

    Ah, udah ah.. tar disangka jadi provokator. Aku kan cuma berpura2 jadi rakyat jelata (padahal emang iyyaa).

    Gitu aja ya dik, maaf kalo ngawur. Namanya semut kecil ya tetep aja kecil, nomongnya kadang2 gak logis (Abis bingung, kalo semut kan kepalanya kecil, ya otomatis otaknya juga kecil kan?)

    Ada satu pertanyaan nih dik, di luar BBM. Sampai sekarang belum nemu jawabnya. Kali aja adik bisa jawab, biar aku bisa bobok tenang.
    Begini:

    Anggota Dewan kan wakilnya rakyat, yang milih rakyat, artinya di utus oleh rakyat ngewakilin aspirasi, kemauan & harapan rakyat. Bener kan?
    Cuma aku bingung, kok seolah2 anggota dewan itu jadi yakinbegitu terhormatnya, jauh lebih terhormat dari pada rakyat yang diwakilinya yang sudah sirna kehormatan, keyakinannya dan harapan karena himpitan hidup dan keadaan. Malah pada lupa, mereka ada di sana karena siapa dan untuk apa.

    Misalnya gini: aku di utus pak lurah mewakili beliau datang ke balai desa utk rapat. Tetap saja orang melihat aku biasa saja karena aku kan cuma cuma mewakili, berbeda dgn kalau pak lurah yang datang, orang akan hormat dg cara mereka.

    Mestinya begitupula dg anggota dewan, mewakili rakyat, utusan rakyt; harusnya junjung tinggi martabat, kehormatan, kepentingan, dan aspirasi rakyat.

    Cuma makanya aku nanya, lha kok sekarang kebalik2. Coba dengerin:
    Hayyyooo..rakyat minggir, ada mobil anggota dewan (dengan lambang Pancasila di plat nomornya) mau lewaaat..kagak minggir jangan salahin kalau ada sepatu pengawal mampir di jidat!!

    Dah ahh, tambah parah>>

    Bye

  2. Zha Berkata:

    ehem..makasih sebelumnya atas comment-nya..
    iya sih..harusnya aq jg ngomong dari sisi ’semut kecil’ itu..lain kali deh..hehe..

    klo soal itu, aq ga mau banyak komentar deh..
    mending klo bener mereka wakilin rakyat..mending klo rakyat beneran milih mereka dari hati yg paling dalam [caelah..]..mending klo mereka bener2 berkompeten n peduli ma rakyat..klo gak sih, mo rakyat mati sekalipun jg mereka ga akan perduli..hehehe..bener ga??bener kan??bener dong…=p

Tinggalkan Balasan